Ad

HAKORDIA 2025 Jadi Titik Penguat Integritas Desa: Ahmad Maulana Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana Desa

Puruk Cahu, Lintasborneo24.com — Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025 di Kabupaten Murung Raya dengan tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi” menjadi momentum penting dalam memperkuat integritas dan tata kelola pemerintahan desa. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/12/2025) ini diikuti camat, kepala desa, serta ketua BPD dari 116 desa se-Murung Raya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Murung Raya, Ahmad Maulana, S.T., menilai HAKORDIA 2025 sebagai ruang penting untuk meningkatkan kesadaran aparatur desa terhadap pencegahan praktik korupsi, terutama dalam pengelolaan anggaran desa yang jumlahnya sangat besar.

“Desa sekarang adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Dengan anggaran yang besar, integritas, transparansi, dan ketepatan administrasi bukan sekadar anjuran, tapi kewajiban,” tegasnya.

Pada 2025, total alokasi dana untuk desa di Murung Raya mencapai lebih dari Rp316 miliar, dengan rata-rata tiap desa mengelola sekitar Rp2,7 miliar. Menurut Ahmad Maulana, besarnya anggaran tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan yang memberi manfaat nyata bagi warga.

“Ini peluang besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa apabila dikelola dengan tepat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman aparatur desa terhadap regulasi pengelolaan keuangan untuk menghindari risiko hukum dan penyalahgunaan anggaran. Menurutnya, pembinaan seperti HAKORDIA merupakan langkah preventif agar aparatur memahami tata cara penatausahaan keuangan yang benar.

Tak hanya itu, Ahmad Maulana menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, inspektorat, aparat penegak hukum, dan DPRD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penguatan pengawasan harus dilakukan bersama. Komisi III siap mendukung agar pembangunan desa berjalan bersih dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga mengapresiasi ruang diskusi dalam kegiatan tersebut dan mendorong peserta untuk aktif menyampaikan kendala teknis yang dihadapi.

“Lebih baik bertanya sejak awal daripada menghadapi masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, ia berharap semangat antikorupsi dapat terus mengakar di seluruh level pemerintahan desa.

“HAKORDIA 2025 harus menjadi penguat nilai kejujuran. Saya berharap desa-desa di Murung Raya mampu menjadi contoh tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi,” tutupnya.

Kegiatan HAKORDIA 2025 kemudian dilanjutkan dengan pembinaan teknis mengenai pengelolaan keuangan desa kepada seluruh peserta.

(Rahman)

Baca Juga:
https://www.lintasborneo24.com/2025/12/hakordia-2025-jadi-titik-penguat.html

Berita Terbaru

  • HAKORDIA 2025 Jadi Titik Penguat Integritas Desa: Ahmad Maulana Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana Desa
  • HAKORDIA 2025 Jadi Titik Penguat Integritas Desa: Ahmad Maulana Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana Desa
  • HAKORDIA 2025 Jadi Titik Penguat Integritas Desa: Ahmad Maulana Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana Desa
  • HAKORDIA 2025 Jadi Titik Penguat Integritas Desa: Ahmad Maulana Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana Desa
  • HAKORDIA 2025 Jadi Titik Penguat Integritas Desa: Ahmad Maulana Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana Desa
  • HAKORDIA 2025 Jadi Titik Penguat Integritas Desa: Ahmad Maulana Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana Desa

Posting Komentar

Ad
Ad