Ad

Falsafah Huma Betang: Fondasi Solid Polda Kalteng Membangun Ketahanan Sosial dan Keamanan Wilayah

thumbnail

Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dengan pendekatan yang unik dan sangat relevan dengan budaya lokal. Dalam sebuah kunjungan kerja penting oleh tim Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) dan Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Polda Kalteng memaparkan strategi revolusioner yang berakar pada Falsafah Huma Betang. Verifikasi lapangan untuk Tanda Kehormatan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti Tahun Anggaran 2026 ini, yang berlangsung di Gedung Graha Bhayangkara, Palangka Raya pada Kamis, 21 Mei 2026, menyoroti bagaimana sinergi dengan Forum Adat Kebangsaan menjadi kunci utama. Pendekatan ini tidak hanya efektif dalam meredam potensi konflik, tetapi juga dalam menangani isu-isu krusial seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyalahgunaan narkoba, menjadikan Kalteng sebagai contoh model ketahanan sosial berbasis kearifan lokal.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan beserta jajaran pejabat utama Polda, serta Karo Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Setmilpres RI, Laksma TNI Teddie Bernard, dan timnya. Ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah pusat dalam mengapresiasi dan memverifikasi inovasi yang dilakukan Polda Kalteng.

Irjen Iwan Kurniawan, dalam paparannya, menegaskan bahwa Huma Betang bukan sekadar rumah adat, melainkan filosofi hidup yang menanamkan nilai-nilai dasar persatuan, toleransi, dan gotong royong. Falsafah ini menjadi landasan kuat bagi kepolisian untuk membangun kolaborasi erat dengan tokoh adat dan masyarakat di Bumi Tambun Bungai, julukan khas Provinsi Kalteng. Kapolda menjelaskan, strategi ini berhasil memperkuat Satuan Tugas Pengamanan Swakarsa (PKS) dan menciptakan sinergi lintas sektoral yang solid, terutama melalui pelibatan aktif Forum Adat Kebangsaan. Para tokoh adat diberdayakan sebagai mediator utama dalam menyelesaikan konflik di tingkat akar rumput, mencegahnya berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.

Lebih lanjut, keberhasilan pendekatan kultural ini juga ditopang oleh optimalisasi Restorative Justice dan pemanfaatan kearifan lokal dalam setiap proses penegakan hukum. Kapolda Iwan menekankan pentingnya transparansi dan keadilan sebagai prinsip utama. 'Kita tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum semata dalam menjaga keamanan. Pendekatan kultural melalui adat dan falsafah Huma Betang telah terbukti sangat efektif dalam meredam potensi konflik dan memperkuat toleransi antar sesama,' ujarnya di hadapan tim Setmilpres.

Sinergi yang dibangun melalui Huma Betang ini juga diperluas untuk mengatasi isu-isu strategis yang mengancam stabilitas wilayah, khususnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Irjen Iwan menjelaskan, 'Untuk karhutla, kami melibatkan tokoh adat dan masyarakat adat secara langsung dalam patroli terpadu serta sosialisasi masif mengenai larangan membakar lahan. Nilai-nilai Huma Betang yang mengajarkan kehidupan selaras dengan alam secara signifikan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menjaga hutan mereka. Hasilnya, kami melihat penurunan drastis jumlah titik api di wilayah adat.' Ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal mampu menjadi solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan.

Tidak hanya itu, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, pendekatan adat menjadi garda terdepan. 'Tokoh adat kami ajak untuk memberikan sanksi sosial dan pembinaan yang berbasis kearifan lokal kepada warga yang terindikasi terlibat. Pendekatan ini terbukti lebih menyentuh dan memberikan efek jera, sekaligus membuka jalan bagi rehabilitasi melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Kesehatan,' tambahnya. Ini adalah bukti nyata integrasi nilai budaya dengan upaya penegakan hukum dan kesehatan.

Ketua Tim Setmilpres, Laksma TNI Teddie Bernard, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap langkah inovatif Polda Kalteng ini. 'Model kolaborasi semacam ini sangat sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat ketahanan sosial yang berlandaskan pada budaya bangsa kita. Huma Betang adalah teladan nyata bagaimana adat istiadat dapat berperan sebagai instrumen vital dalam menjaga persatuan, termasuk dalam penanganan karhutla dan bahaya narkoba,' tegasnya. Pertemuan ini juga menjadi bagian krusial dari proses verifikasi data untuk pengusulan penghargaan bagi personel dan kesatuan Polda Kalteng yang telah menunjukkan jasa luar biasa dalam menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan adat. Polda Kalteng berharap, sinergi berkelanjutan dengan Forum Adat Kebangsaan ini tidak hanya menjadi model sukses di tingkat lokal, tetapi juga dapat diangkat sebagai model nasional dalam mewujudkan harkamtibmas yang berkelanjutan, damai, dan mengakar pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Baca Juga:
https://www.lintasborneo24.com/2026/05/falsafah-huma-betang-fondasi-solid.html

Berita Terbaru

  • Falsafah Huma Betang: Fondasi Solid Polda Kalteng Membangun Ketahanan Sosial dan Keamanan Wilayah
  • Falsafah Huma Betang: Fondasi Solid Polda Kalteng Membangun Ketahanan Sosial dan Keamanan Wilayah
  • Falsafah Huma Betang: Fondasi Solid Polda Kalteng Membangun Ketahanan Sosial dan Keamanan Wilayah
  • Falsafah Huma Betang: Fondasi Solid Polda Kalteng Membangun Ketahanan Sosial dan Keamanan Wilayah
  • Falsafah Huma Betang: Fondasi Solid Polda Kalteng Membangun Ketahanan Sosial dan Keamanan Wilayah
  • Falsafah Huma Betang: Fondasi Solid Polda Kalteng Membangun Ketahanan Sosial dan Keamanan Wilayah

Posting Komentar

Ad
Ad