Bupati Heriyus Dukung Optimalisasi Universal Coverage Jamsostek di Murung Raya
Puruk Cahu, Lintasborneo24.com –
Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E., menghadiri kegiatan Focus Group
Discussion (FGD) Sosialisasi dan Pembentukan Forum Kepatuhan untuk
Optimalisasi Peningkatan Universal Coverage Jamsostek Kabupaten Murung
Raya Tahun 2026 yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Murung Raya,
Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut turut
dihadiri Sekretaris Daerah Murung Raya Sarwo Mintarjo, Kepala Kejaksaan
Negeri Murung Raya Herman Kondo Siriwa, S.H., M.H., Kepala Cabang BPJS
Ketenagakerjaan Fajar Kunaefi, kepala perangkat daerah, serta tamu
undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Heriyus
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai
strategis dalam memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan
bagi masyarakat dan pekerja di Kabupaten Murung Raya.
Menurutnya,
program BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan
perlindungan kepada tenaga kerja sekaligus menjadi bagian dari upaya
pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kegiatan
ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan perlindungan tenaga
kerja dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Murung Raya
sangat mendukung program Jamsostek sebagai bentuk perlindungan sosial
bagi para pekerja," ujar Heriyus.
Dalam
kesempatan tersebut, Heriyus juga menyoroti ketenagakerjaan yang saat
ini menjadi perhatian berbagai daerah, khususnya terkait tenaga non-ASN,
tenaga paruh waktu, dan tenaga penuh waktu yang selama ini berperan
besar dalam mendukung pelayanan publik.
Ia
mengungkapkan, Kabupaten Murung Raya memiliki wilayah yang luas dengan
kondisi geografis yang menantang sehingga keberadaan tenaga pendidik dan
tenaga kesehatan di desa-desa sangat diperlukan untuk menjangkau
pelayanan kepada masyarakat.
"Tenaga guru dan
tenaga kesehatan yang bertugas di desa-desa sangat membantu pemerintah
dalam memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat.
Jika jumlah tenaga tersebut berkurang, tentu akan berdampak terhadap
kualitas pelayanan publik," katanya.
Heriyus
menjelaskan, selama ini pemerintah daerah terus berupaya memperluas
akses pendidikan dan kesehatan melalui pembangunan sekolah, puskesmas,
puskesmas pembantu, serta berbagai program pelayanan dasar lainnya.
Karena itu, keberadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan menjadi
faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Selain
itu, ia juga menyinggung potensi meningkatnya angka pengangguran
apabila terjadi pengurangan tenaga kerja, baik di lingkungan
pemerintahan maupun sektor perusahaan akibat kondisi ekonomi dan
penurunan produksi.
Menurutnya, pemerintah
daerah terus berupaya mencari solusi agar berbagai kebijakan yang
berkaitan dengan ketenagakerjaan tidak berdampak besar terhadap
masyarakat.
Heriyus berharap melalui FGD dan
pembentukan Forum Kepatuhan tersebut dapat terjalin sinergi yang semakin
kuat antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, Kejaksaan Negeri,
dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan
kepatuhan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Melalui
kolaborasi yang baik, kita berharap perlindungan terhadap tenaga kerja
semakin optimal dan kesejahteraan masyarakat Murung Raya dapat terus
meningkat," pungkasnya.
Kegiatan tersebut
menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas cakupan kepesertaan
BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi
pekerja di Kabupaten Murung Raya.
(Rahman)
Posting Komentar