Johansyah Dorong Antisipasi Kekeringan dan Optimalisasi Lahan Pertanian Murung Raya
Puruk Cahu, Lintasborneo24.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya mendorong pemerintah daerah mengambil langkah strategis dalam mengantisipasi ancaman kekeringan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Johansyah, S.E., M.I.P., dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengatakan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi perubahan cuaca dan kondisi ekonomi menjadi hal penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, perubahan cuaca ekstrem perlu diwaspadai karena dapat memicu kekeringan di sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu aktivitas pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.
“Ancaman kekeringan ini bisa sangat mengganggu aktivitas pertanian warga. Harus diantisipasi sejak awal dengan perencanaan yang matang, supaya tidak berimbas pada terganggunya ketahanan pangan daerah,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Johansyah menyebut sejumlah warga di wilayah Murung Raya mulai melaporkan berkurangnya pasokan air akibat perubahan cuaca. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat untuk mengurangi dampaknya terhadap sektor pertanian.
Ia menegaskan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan perhatian bersama, terutama melalui pemanfaatan lahan yang tersedia secara optimal dan pengelolaan sumber daya air yang tepat.
“Prioritas utama ke depan adalah menjaga ketahanan pangan kita. Dengan fenomena cuaca ekstrem ini, beberapa daerah sudah mengalami kekeringan. Kita harus memastikan lahan-lahan yang ada tetap bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga pasokan pangan masyarakat,” tambahnya.
Johansyah berharap pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi melalui perencanaan yang terarah dan pendampingan kepada para petani. Dukungan tersebut penting agar masyarakat dapat menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi cuaca yang berkembang.
Selain itu, ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian juga perlu menjadi perhatian. Pengelolaan sumber daya air secara tepat diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian ketika kondisi kemarau mulai berdampak pada sejumlah wilayah.
Menurutnya, optimalisasi lahan pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Dengan perencanaan yang baik, lahan yang tersedia dapat memberikan manfaat maksimal bagi ketahanan pangan daerah.
Johansyah berharap langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini mampu meminimalkan dampak kekeringan, menjaga produktivitas pertanian, serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Murung Raya tetap terpenuhi.
(Rahman)

Posting Komentar